Postingan

Bab 6 Kidung Pitra Yadnya

Bab 6 Kidung Pitra Yadnya   Wirama Girisa   Atha Sêdêngira mantuk sang Śūrā laga ringayun, Tucapa aji Wirātān Kāryāśā nangisi wêka, Pinahajenggira laywan sang putre nalapiniwö, Pada litu ajênganwan Iwir kandarpa pinatelu.   Lalu larinana nāśā sambat putranira pêjah, laki bi sira sumengkêm ring putrā luru kinusa, Ginamêlira ginantikang laywan lagi ginugah, Inutisira masabdā kapwājara bibi aji   Hana kalêhêngi kasih yan tunggal kita pêjaha, Kita tiki katigālyus ndyanung panglipura lara, Syapa tiki palarenkwa muktyang rajya sumiliha, Ri hilangi tanayangkwa dhu ngwang yenaka pêjaha   Na wuwusira masambat karwa strya pega malume, Inari wuwu têkap Sang Sri Pandawatmaja malara, Pinahayu Kinabehan sampun purna rinuruban, Inanuti pajanging lek munggwing Pancaka ginêsêng.   2. Wirama Girisa – Lelayungan   Bala Ugu dina melah manuju tanggal sasih, Kang sinambut panamaya asisig adius akramas, Sinalinan wastra petak mamusti ngadayang bakti, sampun puput maprayoga t...

Bab 5 Makna Sarana dalam Sawa Prateka

Bab 5 Makna Sarana dalam Sawa Prateka   Setiap benda yang disiapkan dan dipasang pada jenazah bukan sekadar benda biasa, melainkan sarana yang sarat makna, mengandung pesan mendalam tentang kehidupan, kematian, dan perjalanan roh menuju keabadian. Cermin yang diletakkan mengandung makna agar Sang Atma senantiasa menyadari perjalanan hidupnya, melihat kembali segala perbuatan baik maupun kurang baik yang pernah dilakukan, sehingga menjadi bekal yang sejati saat melangkah menuju alam baka, menuju Suraloka yang penuh cahaya dan kebahagiaan.   Jenazah dibaringkan menghadap ke timur, karena bagi umat Hindu arah timur adalah tempat matahari terbit, lambang kelahiran kembali, cahaya yang tak pernah padam, dan harapan yang senantiasa menyertai perjalanan roh. Kepala diarahkan ke arah gunung, ke tempat yang tinggi dan suci, di mana diyakini para Dewa bersemayam, agar roh yang berpulang senantiasa di bawah lindungan dan bimbingan kekuatan yang Maha Agung.   Daun intaran diletakkan ...

Bab 4 Ke Kuburan

Bab 4 Ke Kuburan   Setelah seluruh rangkaian kegiatan di rumah selesai dilaksanakan dengan tertib, jenazah pun dibawa menuju tempat peristirahatan terakhir di kuburan. Di sepanjang perjalanan, kaki jenazah mengarah ke depan, sementara di hadapannya berjalan orang-orang yang membawa api, dupa, serta sesajen yang disusun dengan rapi, diiringi nyanyian Indrawangsa, Mamwit... yang mengalun lembut sebagai pengantar perpisahan. Setiap kali melewati tempat suci — Sanggah, pura, maupun persimpangan jalan di desa — jenazah dipersembahkan, ditandai dengan diputar tiga kali ke arah kiri sebagai tanda penghormatan dan permohonan perlindungan. Tiba di tempat pemakaman, jenazah kembali diputar tiga kali ke kiri sebelum diturunkan ke liang lahat, yang telah disiapkan sebelumnya dengan rapi. Setelah diletakkan di dalam lubang, tanah ditimbun perlahan hingga terbentuk gundukan, lalu ditancapkan dua batang bambu — satu di sebelah kiri dan satu lagi di sebelah kanan — sebagai tanda peringatan sementa...

Bab 3 Memandikan Layon.

Bab 3 Memandikan Layon.   Sebelum jenazah dibawa ke tempat pemandian, terlebih dahulu diadakan acara Nanginin atau permohonan keselamatan dan petunjuk, diiringi dengan kidung yang biasa dinyanyikan dengan Wirama Girisa, Atha Sêdêng, sebagai pembuka yang menandai kesakralan momen perpisahan ini. Setelah itu, jenazah dipindahkan ke tempat yang telah disiapkan, diletakkan di atas Pepaga dengan posisi kepala mengarah ke timur atau ke arah gunung, sesuai tata cara yang diwariskan leluhur. Kain penutup dibuka perlahan, dan mulailah proses pemandian dengan urutan yang tertib, mengikuti irama Wirama Girisa Lelayungan yang menuntun setiap gerakan dengan penuh khidmat.   Langkah pertama adalah menutup bagian kemaluan dengan sopan; jika yang berpulang laki-laki, maka kerabat laki-laki yang menutupi, dan jika perempuan, maka kerabat perempuan yang melakukannya, sebagai wujud penghormatan terhadap kesucian diri. Selanjutnya adalah merawat rambut, disisir dengan lembut, dibersihkan, diberi ...

Bab 2 Persiapan Peralatan Memandikan Layon dan Sesajen

Bab 2 Persiapan Peralatan Memandikan Layon dan Sesajen   Sebelum melaksanakan pemandian jenazah, segala sesuatu yang diperlukan harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya, dengan kesungguhan dan ketulusan hati, karena setiap benda yang digunakan bukan sekadar alat biasa, melainkan sarana penyucian yang penuh makna sakral. Tempat yang dipergunakan untuk memandikan jenazah disebut Pepaga atau alas, sebaiknya memakai dua lembar daun pisang Gedeng yang masih utuh. Pepaga ini dipasang di halaman rumah, di bawah atap yang didirikan khusus, lalu ditutup dengan kain putih, dan di atasnya ditulisi atau diberi tanda Sraddha, sebagai penghormatan terakhir kepada orang yang telah berpulang.   Dalam upacara pemandian ini dipergunakan tiga jenis air yang masing-masing memiliki sifat dan makna tersendiri. Pertama adalah air Cendana, air yang sudah diberi ramuan Cendana agar harum dan suci. Kedua adalah air Anyar, yang diambil langsung dari sumbernya yang jernih dan mengalir, melambangkan kesuc...

Bab 1 Baru Meninggal

Judul buku: Sarwa Prateka Mependem. (panduan upacara Pitra Yadnya Pengebumian)  Penyusun :Made Budilana KATA PENGANTAR Upacara Sawa Prateka ini termasuk ke dalam rangkaian upacara Pitra Yadnya, yaitu persembahan bakti kepada leluhur yang berlandaskan ajaran Tri Rnam — menyadari bahwa setiap kita memikul utang bakti kepada orang tua dan para leluhur yang telah mendahului. Karena itulah kewajiban melaksanakan upacara ini jatuh kepada anak, cucu, para Sentana, dan seluruh keluarga terdekat, sebagai wujud rasa syukur sekaligus pelunasan janji kasih yang tak terputus oleh kematian. Di antara segala bentuk pengabdian yang dapat dilakukan, upacara pembersihan dan penyucian jenazah dianggap salah satu yang paling utama, murni, dan berharga, karena di sanalah penghormatan terakhir diberikan kepada tubuh yang pernah menjadi wadah hidup orang yang dicintai, sebelum kembali ke asalnya. Kata Sawa Prateka sendiri mengandung makna yang dalam: upacara yang dilaksanakan secara langsung di hadapan j...